SADARIONLINE- Siak - Sebuah sekolah Dasar Negeri yang terletak di ujung Kampung Pinang Sebatang Timur, yang tidak jauh dari Bibir sungai siak.
Pas pertengan Perusahan yang beroperasi, yaitu PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Branch Perawang, Perusahaan milik BUMN, secara rutin menyalurkan program untuk membangun fasilitas Pendidikan.
Namun sayangnya, tidak tahu setan apa yang masuk di dalam pikiran Oknum kepala sekolah SD N 19 Tualang. Hingga diduga menyalah gunakan dana tersebut. Menurut informasi
Pada tahun 2023 lalu PT Pelindi menyalurkan dana CSR sebanya Rp 25000.000 juta Rupiah.
Namun secara tiba-tiba menjadi pembicangan hangat di tengah-tengah masyaraka yang hobik minung kopi di warung kecamatan Tualang, dimana disebut-sebut Kepsek SD 19 merekayasa laporan pertanggung Jawab penggunaan dana CSR yang di salurkan PT Pelindo.
Namun sontang Tim media mecoba konfirmasi ke Kepsek SD 19 Selasa ( 2/12/25 di SDN 19, menurut Kepala Sekolah. DESMITA. S.P.d kepada wartawan, ia menjelaskan.
Benar pada tahun 2023 PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Branch Perawang membantu SDN.19 Desa Pinang Sebatang Timur lewat CSR untuk membantu Rehab Atap sekolah demi untuk kenyamanan proses belajar mengajar sebesar Rp. 25.000.000;
Namun masih dalam kurung menjelang 2 tahun atap itu sudah banyak yang bocor dan Flaponnya sudah banyak yang busuk di sebabkan atap sekolah sudah bacor-bocor, bengitu juga keadaan di 3 ruangan sekolah tersebut sudah mulai rusak.
Pada saat kunjungan wartawan Media Lacak Kriminal di SDN.19 Pinang Sebatang Timur banyak temuan janggal seperti Kamar mandi sekolah sepertinya tidak layak pakai dan sudah berlumut.
Menurut Kepala sekolah kamar mandi itu katanya sering di tempati oleh ODGJ dan buang air besar. Dan dana yang di bantu oleh Pelindo di gunakan untuk rehap atap dan Plafon dengan biaya Rp. 28,301,000, sisanya di bantu dari dana bos, imbuhnya kepada Awak media.
Menurut hemat pantauan di lapangan, data penggunaan anggaran CSR dari pelindo tersebut, diduga tidak sesuai dengan keterangan kepala sekolah sesuai List Anggaran belanja yang di berikan kepada Media, hanya merupakan pengecatan dengan waktu pekerjaan 15 Hari dan biaya tukangnya sampai mencapai Rp. 15,000,000 lebih besar dari bahan belanja barang.
Dana tersebut di senyalir ada dugaan penyalah gunaanya atau di duga fiktif data yang di sampaikan oleh Kepala sekolah SD N 19 Tualang, dengan dasar List Belanja yang di berikan kepala sekolah kepada media banyak yang tidak sesuai fakta.
Secara logika dan hemat kami, dalam jangkah waktu 2 tahun apa mungkin secepat itu terjadi ke bocoran atap dan Plafon.
Hal ini, saat bicang - bicang kepada ketua Asosiasi Wartawan Internasional DPC Siak, Alwi zalukhu, ia meyakinkan ada dugaan penyalah gunaan dana CSR yang di beritakan Oleh PT Pelindo kepada SDN 19.
Namun menurut Alwi, ia tidak bisa di rinci berapa kerugian Negara atau kerugian masyarakat, Alwi minta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak untuk turun tangan melihat kondisi gedung sekolah yang sudah rehap. alwi berharap, Kepala Dinas jangan Segan-segan Memberhentikan Oknum kepala sekolah yang selalu memangkas dana-dana Biaya pendidikan, apa lagi dana Bos sekolah sudah banyak laporan orang Tua murid bahwa dampak pengunaan Bos sekolah sangat di duga Lahan Korupsi.
Alwi juga minta pihak Kejaksaan dan Polres Siak melalui kanit Tipikor untuk menyelidikan semua oknum kepala sekolah yang menggunakan dana Bos, karena di duga terindikasi dugaan korupsi berjemaah jelas Alwi kepada Wartawan, kamis ( 4/12-25 ). ( pempred )
Jl. Niaga Rt.3, Pinang Sebatang Timur, Tualang Kab.Siak Provinsi Riau
++62 822-8637-3206
sadaripersadapers@gmail.com
© Sadari Online. 2024