SADARIONLINE-Pekanbaru, pengelolah Yayasan Amanah gizi riau menjadi sorotan masyarakat Riau, (21 November 2025) menurut informasi yang di terima Redaksi Lacakkriminal.com dari salah seorang Warga Pekanbaru, identitas inisial (RD) –ia menuturkan, bahwa SPPG Tangkerang Labuai Bukit Raya kembali menjadi sorotan karena konflik yang melibatkan masyarakat.
pihak pembangun dapur, dan Yayasan Amanah Gizi Riau. Persoalan ini semakin terlihat ditengah-tengah masyarakat, karena mediasi yang dijanjikan oleh KPPG Riau, melalui Ibu Dr. Syartiwidya STP MSI, hingga kini belum menemukan titik terang.
Menurutnya, Sejumlah masyarakat yang mengikuti proses wawancara tenaga kerja mengaku kecewa karena tidak dipekerjakan saat unit beroperasi, padahal mereka telah berpartisipasi aktif dalam persiapan dapur, termasuk kegiatan gotong royong. Beberapa masyarakat juga menyampaikan protes langsung kepada KA SPPG Ahmad Selasa 18 November 2025 dengan cara mendatangi langsung ke dapur sppg Tangkerang Labuai bukit raya, karena merasa telah diberi harapan palsu selama wawancara, namun pada kenyataannya pihak lain yang dipekerjakan.
Menjadi Pernyataan Kundhori.selaku pihak mitra yang membangun dapur dengan biaya dan tenaga sendiri, menegaskan adanya pengambil alih sepihak pengelolaan dapur oleh yayasan:
“Saya membangun dapur SPPG Tangkerang Labuai Bukit Raya dengan biaya, tenaga, dan komitmen penuh. Namun, Yayasan Amanah Gizi Riau hanya menyewa tempat tetapi sudah mengambil alih pengolahan dapur tanpa koordinasi atau kesepakatan dengan saya.
Tindakan ini sangat tidak adil, tidak menghargai kontribusi saya, dan jelas mencederai perasaan saya. Saya berharap BGN segera turun tangan untuk memastikan penyelesaian yang adil dan transparan.”
Investigasi awal menunjukkan bahwa pembagian hasil sewa dapur sangat timpang. Pihak yang membangun fasilitas, termasuk Kundhori, disebut hanya ditawarkan menerima sekitar 37% dari hasil sewa, sementara yayasan mengambil sebagian besar keuntungan.
Beberapa pihak menilai praktik ini merugikan dan tidak transparan, bahkan menimbulkan dugaan tekanan dan intimidasi terhadap pihak yang berkontribusi. Bahkan menjelang operasional sangat disayangkan oleh mitra yaitu khundori terkait arogansi yayasan yaitu Alif yang berlaku kasar dengan cara mengusir mitra dari dapur tersebut bahkan dengan cara membongkar kunci pintu dan mengganti kunci dapur sppg ,imbuhnya.
Lebih mengkhawatirkan, upaya mediasi oleh KPPG Riau, yang dijanjikan akan menengahi perselisihan ini, belum membuahkan hasil. Secara khusus kppg bgn wilayah riau ibu Widya menyampaikan kepada media sudah melakukan mediasi terkait permasalahan mitra dengan yayasan amanah Gizi Riau tetapi tidak ada titik temunya.Masyarakat dan pihak pembangun dapur masih menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah secara adil dan berkeadilan.
Dari konfirmasi wartawan media melalui chat WhatsApp kepada pihak yayasan amanah gizi riau dan Ahmad belum mendapat jawaban dan klarifikasi.
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatu
Saya Roderi wartawan media online aswinnews minta klarifikasi ke bapak terkait sppg Tangkerang Labuai bukit raya yang bapak pimpin
1. Beberapa warga protes karena tidak diterima sebagai relawan. Bagaimana tanggapan Bapak?
2. Ada laporan ketidakadilan terhadap mitra Bapak M. Kundhori dalam pengelolaan dapur. Bagaimana posisi Bapak?
3. Apakah ada kesepakatan resmi antara Yayasan Amanah Gizi Riau dan Bapak M. Kundhori?
4. Bagaimana prosedur Yayasan dalam pembagian hasil sewa atau keuntungan dapur?
5. Apakah sudah ada mediasi dengan pihak Bapak M. Kundhori atau warga yang protes? Apa hasilnya?
6. Bagaimana langkah SPPG agar konflik serupa tidak terjadi lagi?
Konfirmasi wartawan kepada yayasan amanah gizi riau
Saya Roderi wartawan media online aswinnews minta klarifikasi terkait sppg Tangkerang Labuai bukit raya
1. Beberapa warga mengaku sudah melamar sebagai relawan atau tenaga dapur, tetapi tidak diterima. Bagaimana tanggapan Yayasan?
2. Terkait mitra Bapak M. Kundhori, ada laporan bahwa pengelolaan dapur dilakukan sepihak. Bagaimana Yayasan menanggapi hal ini?
3. Pengajuan bapak m.kundhori bahwa mulai persiapan pembangunan awal dapur, perlengkapan peralatan sampai mau operasional beliau yang siapkan dan yayasan hanya membayar sewa kontrakan apakah itu benar?. Apakah Yayasan memiliki kesepakatan resmi dengan Bapak M. Kundhori terkait pengelolaan dapur dan pembagian hasil sewa?
4. Bagaimana prosedur Yayasan dalam perekrutan relawan dan tenaga dapur?
5. Apakah Yayasan sudah melakukan mediasi dengan pihak mitra atau warga yang protes? Jika iya, apa hasilnya?
6. Bagaimana Yayasan memastikan transparansi dan keadilan dalam operasional dapur ke depannya?
7. Apa langkah Yayasan agar konflik serupa tidak terulang di lokasi lain?
Hingga berita ini diturunkan, Yayasan Amanah Gizi Riau belum memberikan klarifikasi resmi, meninggalkan masyarakat dan pihak yang membangun dapur dalam ketidakpastian dan kekecewaan.( Rd )
Jl. Niaga Rt.3, Pinang Sebatang Timur, Tualang Kab.Siak Provinsi Riau
++62 822-8637-3206
sadaripersadapers@gmail.com
© Sadari Online. 2024