DI ANAK TIRIKAN DALAM PEMBANGUNAN KAMPUNG, WARGA DUSUN SIGINTIL MENTA PEMERINTAH DESA PEMBERATAAN PEMBANGUNAN.
SADARIONLINE- Siak, kotogasib. Merasa dianak tirikan. Warga dusun sigintil minta Pemerintah desa pemberataan pembangunan, hal ini disampaikan kepada awak media, warga yang tidak disebut Namanya. Atau sebut aja Namanya samaranya, U. semenjak dari tahun 2020 MUBARAK menjabat sebagai kepala Desa Teluk Rimba tidak terlihat peningkatan pembangunan kampung dusun sigintil ini, kami merasa di anak tirikan,
Menurutnya kami tidak tau apa dosa kami sehingga tertinggal di dalam benang pikiran Pak Mubarak pembangunan kampung kami ini. Kami minta bantu melalui Media menyampaiakan kepada Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten siak supaya di tegur atau diarahkan Kades kami ini untuk memberikan sedikit bangunan jalan di kampung ini.
Kami punyak anak sekolah setiap hari di lalui jalan yang berlumpur kadang anak-anak jatuh. Tolong pak di jaga rahasia nama saya, kami takut di marahi Pak Mubarak jelasnya.
Pada hari kami ( 15/5-2025 ) wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kades Mubarak di ruang kerjanya, kantor Desa Teluk Rimba, pada saat dijumpai wartawan, Nampak Kas Mubarak agak Garang dikit tampang cuek.
Saat di konfirmasi mengenai informasi dari warga si gintil tersebut, Mubarak sedikit nadanya tinggi. Sambal ia berkata tidak benar itu, saya semenjak dilantik kepala Desa dari tahun 2020 sudah kita lakukan pengersanan jalan dan Tahun 2022 kita lakukan pengerasan lagi, saat ditanya berapa biaya pengerasan jalan tersebut ia agak lupa, sekitar 300 jutaan yang pertama. Di 2020 juga hampir sama kata Mubarak.
Mubarak membenarkan bahwa 2023 dan 2024 memang belum ada pembanguna disana. Cuman ia menjelaskan warga sigintil mereka banyak yang dapat bantuan BLT tidak ada kami anak tirikan, malahan kita rapat disini dan kita undang RT dan Kadusnya, malah mereka tidak hadir.
Selain itu Mubarak menjelaskan di sana ada HTR dari PT ARR, meraka itu ketua kelompoknya. Ada uang 35 juta dari PT AAR mereka pengelolahnya. Untuk 2024 dan 2025 belum ada di ambil uang HTR lagi dalam pengurusan.
Saat ditanya soal mengenai anggaran dana Desa TA 2024-2025 mubarak belum bisa menjelaskan seutuhnya. Hanya ia menjawab tidak ada bendahara saya, hanya dia yang lebih tahu. Menurut hasil pantaun awak media patut di duga ada kejanggalan dalam pelaksanaan dana desa tersebut. Maka perlu di minta kepada pihak ke jaksaan dan kepolisian untuk diselidiki dan dilakukan penyidikan terhadap penggunaan dana Desa teluk Rimba dari semenjak 2020 sampai 2024, seakan-akan ada yang di tutupi. ( red/agusman)